Menu

Menikmati Keindahan Alam Wisata Green Canyon Pangandaran

Mutiara itu bernama Pangandaran. Di ujung timur Jawa Barat terdapat pantai dengan dua lengkung utama. Di Pangandaran pula terdapat sungai yang mengalir di antara tebing bernama Cukang Taneuh yang akrab disebut Green Canyon.

Menikmati Keindahan Alam Wisata Green Canyon Pangandaran

LELAH itu seketika sirna. Debur ombak Pantai Barat Pangandaran yang membawanya pergi. Selepas melahap tujuh jam perjalanan darat dari Bandung, ibu kota lawa Barat, suara debur ombak langsung menyambut begitu kami tiba di Pangandaran. Bahkan, energi seakan pulih kembali begitu mendapat suguhan matahari tenggelam di Pantai Barat Pangandaran.

Wisata Green Canyon Pangandaran

Wisata Green Canyon Pangandaran.sumber gambar : google.co.id

Kabupaten anyar di Jawa Barat itu memang memiliki pesona yang luar biasa. Pangandaran memiliki pantai ganda yang akrab disebut pantai barat dan pantai timur. Pantai yang dipisahkan tanjung dengan pesona berbeda. Dari pantai timur, kita bisa menikmati matahari terbit, sedangkan di pantai barat bisa menyaksikan matahari pulang ke peraduannya.

Pesona yang bisa jadi tidak ada duanya di belahan mana pun. Tidak juga di pantai kembar Copacabana dan Ipa- nema di Brasil yang amat tersohor itu. Pantai Pangandaran juga menyu­guhkan keindahan lain. “Di sini setidaknya ada sembilan titik keindahan yang bisa dinikmati,” promosi Samikan. pemilik salah satu perahu wisata di Pantai Barat Pangandaran.

Bagaimana menuju wisata green canyon pangandaran
Dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bisa menyewa mobil dengan tarif berkisar Rp 400ribu perhari, perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam

.Dari Stasiun kota banjar, menumpang bus jurusan pangandaran atau mobil sewaan, perjalanan bisa ditempuh dalam waktu tak lebih dari satu jam

Satu di antaranya pasir putih cagar alam yang berada di tanjung yang memisahkan pantai barat dan pantai timur. Keindahan lain adalah taman laut tempat snorkeling melihat terumbu karang dan ikan, lalu keindahan karang buaya, air terjun, karang bolong, batu candi, batu pepet, batu layar, dan gua parat Pangandaran.

Semua keindahan wisata di indonesia itu bisa diakses dengan sangat mudah dengan perahu. Tarif sewanya pun tak terlalu mahal. Untuk satu kali perjalanan, hanya butuh biaya Rp 700 ribu. Itu pun tidak dipikul sendiri. Sebab, satu perahu bisa mengangkut sepuluh pengunjung. “Tamu pun tak perlu khawatir tidak mendapat perahu. Sebab, di sini terdapat 170 perahu wisata,” kata Samikan.

Tanjung yang dijadikan cagar alam pun bisa menjadi jujukan melepas penat. Di dalam cagar alam tamu- tamu di Pangandaran tidak hanya bisa menghirup udara segar, tapi juga bisa menikmati tingkah pola satwa-satwa liar seperti monyet, rusa, dan biawak.

Pesona Pangandaran bukan hanya pantai gandanya. Tak jauh dari pantai, ada sungai yang tak kalah menawan. Namanya Cukang Taneuh. Atau yang kini lebih akrab disebut Green Canyon. Dari Pantai Pangandaran, Green Canyon bisa ditempuh dalam waktu tak lebih dari satu jam.

Keindahan yang ditawarkan Wisata Green Canyon Pangandaran adalah air sungai yang mengalir di antara tebing-tebing menjulang di hutan yang masih asri. Selain itu tentu airnya yang berwarna hijau. “Pemandangan terbaik di sini adalah ketika musim kemarau,” ujar salah seorang pengelola Green Canyon Taufik Muhtar.

Di musim kemarau tamu-tamu Gre­en Canyon bisa melihat aliran sungai yang berwarna hijau. Warna hijau itu sering hilang ketika musim penghu­jan. Hujan yang turun deras sering kali membuat aliran sungai menjadi cokelat. “Tapi, kalau dalam tiga hari tidak turun hujan, airnya akan kembali hijau. Namun, view terbaik tetap di saat kemarau. Itu bukan hanya berlaku di Green Canyon, tapi juga di pantai­nya,” terang Taufik.

Ketika kemarau pula pengunjung bisa menyusun aliran sungai dengan lebih nyaman. Sebab, aliran sungainya tidak terlalu deras. Sehingga ketika ingin berenang dan bermain di titik septral Green Canyon bisa lebih puas. Untuk mencapai titik sentral Green Canyon, setiap pengunjung bisa menumpang perahu dari dermaga satu.

Untuk satu kali perjalanan, dipatok tarif Rp 150 ribu. Biaya itu untuk lima penumpang. Perahu itu akan mengantarkan para pengunjung hingga batu yang menjadi batas terakhir yang memisahkan dermaga dua dengan titik sentral Green Canyon. Di titik batas itu, setiap pengunjung diberi kesempatan 15 menit untuk mengabadikan diri dengan berfoto ria.

Namun, waktu 15 menit itu bukan waktu yang kaku. Pengunjung tetap diperkenankan menikmati Green Canyon lebih lama. Seperti berenang. Untuk waktu lebih itu, tentu dikenakan tarif tambahan. Untuk sahi rombongan perahu, setiap 30 menitnya dibebankan tambahan Rp 100 ribu.

’’Datanglah ke sini sebelum pukul 16.00 atau lebih baik pagi. Sebab, perahu hanya akan melayani sampai pukul 16.00. Lagi pula, kalau sudah sore kan gelap, jadi tidak ada yang bisa dinikmati,” Semua keindahan itu pun bisa dinikmati berulang. Sebab, tamu- tamu Pangandaran bisa tinggal lama di sana. Pangandaran menyediakan banyak pilihan hotel dengan tarif mulai Rp 250 ribu

Lebih Puas dengan Body Rafting

PESONA Cukang Taneuh alias Green Canyon tak hanya bisa dinikmati dengan cara konvensional. Pengunjung tidak sekadar bisa menyusurinya dengan perahu yang berhenti di dekat dermaga dua dan berenang di Green Canyon. Ada cara lain yang kini disodorkan para pengelola Green Canyon. Bahkan, dengan cara lain itu, Green Canyon bisa dinikmati lebih dalam lagi. Cara lain tersebut adalah body rafting. Bukan saja bisa menjadi alternative pilihan menikmaiya, tapi juga layak dicoba. kenapa? Dengan body rafting, tiap pengunjung bisa menyusuri Green Canyon lebih jauh dan lebih masuk ke dalam hutan. para pengunjung akan memulai perjalanan dari Guha Bau. letaknya sekitar 3 km di atas titik sentral Green Canyon. “Tidak perlu khawatir untuk mencapai Guha Bau. Ada mobil yang akan mengantar ke sana,” kata Manajer Operasional Guha Bau Body Rafting Edi Suryadi.

Wisata Green Canyon Pangandaran

Wisata Green Canyon Pangandaran.sumber gambar : google.co.id

Para pengunjung bakal diantar sampai pos Guha Bau. Dari pos para pengunjung akan menuruni anak tangga sejauh 400 meter menuju arus sungai tempatGuha Bau berada. Lelahmenunini anak tangga dipastikan sirna begitu bertemu arus air Green Canyon.

Sebab, begitu tiba di aliran ait pengunjung akan disuguhi gemercik air di antara tebing dan gua yang oleh masyarakat setempat disebut Guha Bau. Dari Guha Bau pengunjung diajak berenang mengikuti arus air melewati ber- bagai titikkeindahan. Selain keindahan Guha Bau, ada Batu Payung, Sendang Putri, dan tentu saja Cukang Taneuh alias Green Canyon “Di titik-titik itu pengunjung bisa berhenti untuk berfoto ataubermain loncat ke ait” promosi Edi.

Perjalanan body rafting berakhir di dermaga dua. Dari titiic tersebut pengunjung akan diangkut perahu ke dermaga satu.”Peserta body rafting akan men- dapat snack sebelum dermaga dua. Saat tiba di tempat akhir di dermaga satu, kami menyediakan makan besar dengan menu khas Sunda,” papar Edi.

Setiap peserta akan dikenai biaya Rp 200 ribu. Untuk sekali perjalanan body rafting, minimal harus ada lima peserta. Usianya dibatasi minimal sepuluh tahun. Biaya itu sendiri sudah termasuk untuk asuransi. Saat body rafting, setiap peserta dilengkapi pelampung, helm, dan dua pemandu jelasnya.

Tertarik?

Keindahan Wisata Green Canyon Pangandaran

Wisata Green Canyon Pangandaran

Wisata Green Canyon Pangandaran.sumber gambar : google.co.id

Pantai Timur Pangandaran

  • menikmati matahari terbit
  • tersedia aneka permainan air, seperti banana boat, butterfly, dan ufo boat.

Pantai Barat Pangandaran

  • menikmati matahari tenggelam
  • pasir putih cagar alam
  • taman laut (bisa snorkeling)
  • karang buaya
  • air teijun ;karang bolong
  • batu candi ;batu layar
  • batu pepet

Cukup Menantang bukan wisata green canyon pangandaran (Baca Juga tempat wisata di tangerang)


Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *