Menu

Wisata Ujung Kulon

Kawasan Wisata Ujung Kulon bukan hanya lokasi konservasi badak. Banyak keindahan alam Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang bisa menjadi alternatif liburan.

KAPAL motor bergerak perlahan akan membawa Anda menjauh dari dermaga di Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang,Jawa Barat. Desa itu merupakan desa terdekat dari TNUK. Melalui Taman Jaya, semua pengunjung bisa menjelajah eksotisme alam ujung barat Pulau Jawa tersebut.

Wisata Ujung Kulon

Wisata Ujung Kulon

Pulau Peucang. Wisata Ujung Kulon.sumber gambar : google.co.id

Destinasi pagi itu adalah ke Pulau Peucang. Pulau tersebut merupakan salah satu tujuan utama wisatawan yang akan menjelajahi Ujung Kulon. Butuh waktu sekitar empat jam ke Pulau Peucang dengan kapal motor. Waktu yang cukup lama bagi Anda yang mabuk laut.

Begitu kapal mulai merapat di dermaga, bukan hanya peman­dangan pantai berwarna hijau bening dan pasir putih yang menyambut. Sejumlah satwa juga berada di sekitarnya. Ada babi hutan, rusa, dan kera. Mereka jinak, tapi kadang agresif mengambil makanan yang dibawa pengunjung.

Kepala Resor Pulau Peucang Wely Suhaeli mengatakan, selain pantai, ada sejumlah wisata alam yang bisa dinikmati di Pulau Peucang. Jika memiliki waktu panjang, pelancong bisa melakukan tracking. “Tujuan akhir Karang Pocong,” ujar pria yang lebih dari 30 tahun bekerja di TNUK itu.

Butuh waktu sekitar satu jam untuk menjelajah hutan di Pulau Peucang sampai Karang Pocong. Tiba di Karang Pocong, pengun­jung bisa menikmati pantai dengan ombak besar. Ombak itu datang dari Samudra Hindia.

Wisata Ujung Kulon

EKSOTIS: Pemandangan menawan Tanjung Karang dengan hamparan batu-batu yang siap menghadang ombak laut.

Jika beruntung, wisatawan bisa melihat aneka satwa liar dan aksinya di sepanjang hutan. Wely mengatakan, ular berbagai jenis kerap menampakkan diri. “Kapan hari, ada ular piton yang sedang memangsa rusa,” tuturnya.

Terbatasnya waktu membuat anda mungkin memilih jalur tracking lain, yakni TNUK di Pulau Jawa. Jalurnya dari Pulau Peucang menuju pesisir sisi selatan. Tujuannya adalah Cibom. Dari sini, pengunjung menjelajah hutan di pinggir pantai sepanjang 1,2 km.

Spot tracking wisata di indonesia tersebut meru­pakan salah satu favorit wisatawan. Sebab, kita melewati Tanjung Layar yang menyajikan pemandangan menawan dan peninggalan Hindia Belada. Hanya butuh 25 menit untuk sampai di lokasi itu. Tapi, untuk mencapainya, andrenalin bakal meningkat saat menaiki bukit terjal dengan puluhan anak tangga itu.

Di Tanjung Layar, kita bisa menikmati bekas penjara dan mercusuar Belanda. Kita juga bisa melihat pantai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Besarnya ombak Laut Selatan yang mengempas bebatuan berpadu indah dengan hamparan sabana di bawah bukit.

Komaruddin, pemilik peng­inapan Sunda Jaya di desa sekitar TNUK, mengatakan, selama ini wisatawan yang hanya memiliki waktu 1-2 hari sering memilih spot tracking di Cibom. “Ada juga spot tracking di Cidaon. Di sana kita perlu berjalan sekitar 200 meter untuk bisa melihat sabana yang kerap dipenuhi satwa liar,” ujarnya.

Anda mungkin bisa menjajal spot Cibom ke sabana. Sayang­nya, tidak banyak hewan yang ditemui siang itu. Hanya ada beberapa ekor sapi dan merak. Wely mengatakan, hewan- hewan di sabana itu seperti kumpulan pekerja. Mereka akan berkumpul dalam jumlah besar pada jam-jam tertentu. Biasanya antara pukul 06.00- 07.00 dan 16.00-17.00. Pada waktu tersebut, kita mudah menjumpai banteng, rusa, babi hutan, dan lainnya.

“Seperti pekerja yang apel pagi dan apel sore, kalau siang kebanyakan hewan itu masuk ke dalam hutan,” ujar pria yang tinggal di Labuhan, Pandeglang, tersebut.

Selain tracking, wisata alam di TNUK menyajikan spot diving dan snorkeling. Menurut Wely, lokasi paling bagus untuk dua olahraga air itu ada di perairan sekitar Pulau Peucang. “Yang dekat Pulau Jawa sebenarnya juga bagus, tapi banyak bulu babinya,”

BEROMBONGAN Menuju Wisata Ujung Kulon Bisa Hemat Biaya

WISATAWAN yang berniat ke Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) lebih baik untuk ikut paket tur yang disediakan sejumlah agen perjalanan. Penyebabnya/biaya transportasi yang dikeluarkan jauh lebih tinggi jika berkunjung sendiri atau keluarga kecil.

Berdasar pengalaman, biaya sewa kapal menuju ke spot-spot terbaik di TNUK relatif mahal. Tidak ada kapal kecil yang bisa hilir mudik melayani satu-dua orang wisatawan. Setiap pelancong harus menyewa kapal bermesin besar. Harganya berkisar Rp 2,5 juta-Rp 5 juta.

Sharing dengan pelancong adalah solusi untuk berhemat. Oleh karena itu, pengunjung harus memastikan dalam perjalanan ke TNUK tersebut ada atau tidak wisatawan yang bersedia diajak berbagi biaya kapal. “Sebab, ada wisatawan yang ingin private. Meski satu- dua orang, mereka tak mau diajak berbagi kapal,” ujar Komarudin, pemilik penginapan di sekitar TNUK.

Selain itu, pengelola TNUK akan me-charge berbagai biaya. Di antaranya, biaya sandar kapal 40-100 PK Rp 100 ribu/ hari. Harga sewa kapal tidak termasuk biaya sandar. Masuk ke setiap pulau dan beberapa destinasi juga bayar. Tiket masuk Pulau Peucang Rp 5 ribu per orang, Tanjung Layar Rp 15 ribu per orang, dan Cidaon Rp 10 ribu per orang. Padahal, tiket resmi hanya untuk masuk ke Pulau Peucang.

Pulau Peucang memang menjadi pintu masuk ke spot- spot di TNUK. Tidak ada dermaga di wilayah lain. Karena itu, kapal motor harus diparkir di Pulau Peucang. Petugas menyediakan speed boat dengan tarif sewa Rp 250 ribu. Jika ingin lebih murah, pengunjung bisa menyewa sampan Rp 100 ribu.

Cara mencari kawan menuju TNUK adalah menghubungi para penyewa penginapan untuk mengetahui ada atau tidaknya rombongan yang bisa diajak sharing trans­portasi.

Populasi Badak Minim, Tak Mudah Bertemu

,Satwa liar di Wisata Ujung Kulon

,Satwa liar di Wisata Ujung Kulon.sumber gambar : google.co.id

BERBAGAI satwa liar bisa kita jumpai saat menjelajah sejumlah spot di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Lantas bagaimana agar bisa bertemu dengan badak yang selama ini menjadi ikon TNUK. Ternyata tidak mudah me­nemukan binatang bongsor itu.

Kepala Resor Pulau Peucang Wely Suhaeli mengatakan, habitat badak hanya ada di TNUK sisi selatan Pulau Jawa. Jumlahnya pun sangat minim, berkisar 51 ekor. Padahal, luas taman tersebut mencapai 122 ribu hektare. Secara geografis, Pulau Peucang dan Jawa terpisah oleh Selat Sunda sisi selatan.

Wely menyebut susah untuk bertemu dengan badak di TNUK. Kalaupun beruntung, mereka biasanya hanya menemukan jejak atau bekas kotoran badak. Hal itu biasanya ditemukan mereka yang menghabiskan waktu berhari-hari dengan menyusuri pinggiran TNUK.

“Saya pernah membawa turis dari Jerman selama sebulan ke hutan pinggiran taman nasional untuk membuat film. Mereka berhasil merekam sekitar 10 badak,” tutur Dian Mulyana, tour guide yang mengantarkan Jau a Pos.

Di luar kepentingan konservasi, siapa pun memang tidak bisa masuk ke bagian dalam hutan TNUK. Mereka yang ingin bertemu badak hanya bisa berharap melihat binatang itu melalui hutan-hutan di pinggir pantai. Setidaknya butuh waktu tiga hari untuk bisa menelusurinya.

Jejakbadak kadang juga bisa ditemukan ketika wisatawan menyusuri muara sungai di Pulau Handeleum. Pulau kecil yang tak jauh dari pusat TNUK itu hanya menyuguhkan spot wisata kano. “Kadang ada, kadang tidak,” ujai Komarudin, pemilik penginapan Sunda Jaya di sekitar TNUK.

Menurut Komarudin, hanya sedikit wisatawan yang berwisata kano. Sebab, Pulau Handeleum tidak terawat dengan baik. Banyak pohon tumbang yang dibiarkan sehingga merintangi rute kano. “Akhirnya bermain kano juga tak bisa leluasa, tidak sampai 30 menit,”

Kondisi itu membuat jumlah wisatawan yang sekadar berekreasi dan meluangkan waktu untuk mencari badak di TNUK minim. Mereka yang ingin melihat badak biasanya adalah yang datang untuk membuat dokumentasi ataupun para mahasiswa pencinta alam

Pencari badak menyusuri spoi dari Cidaon-Cibunar-Cikesik-Karang Ranjang dan Legon Pakis. Jalur itu ditempuh sekitar tiga hari. “Dengan demikian, pengunjung harus siap bermalam di tengah hutan,

Akses Menuju Wisata Ujung Kulon

Wisata Ujung Kulon

Akses Wisata Ujung Kulon.sumber gambar : google.co.id

sumber artikel : jawa pos tanggal 28 nov 2014

Wisata Ujung Kulon bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan (baca juga tempat wisata di tangerang)


Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *