Menu

Mengapa Yogyakarta begitu unik

Mengapa Yogyakarta begitu unik !

Yogyakarta (yang sering dieja dan disebut dengan cara yang berbeda seperti Jogjakarta, Yogya, atau Jogja). Ketika pengunjung datang untuk menghirup udara Yogyakarta, mereka merasa seperti merasakan pengalaman yang benar benar berbeda. Yogyakarta telah digambarkan sebagai Never Ending Asia, jantung budaya Jawa, Jiwa dari pulau jawa, atau tertanam di jantung Jawa Tengah, (itu) tempat lahir kerajaan Jawa yang besar .Yogyakarta ibukota kerajaan kuno, kerajaan abad pertengahan dan revolusi modern.

Mengapa Yogyakarta begitu unik

Mengapa Yogyakarta begitu unik

Kepatihan Danurejan
Tempat ini adalah Dalem (rumah) dan kantor Patih (Ketua Menteri Sultan) selama feodal (kolonial). Nama resmi setiap Patih Karaton Yogyakarta adalah Danurejo, Jadi bangunan lokal dikenal sebagai Kepatihan Danurejan, sekarang adalah kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terletak Utara Pasar Beringharjo.

Stasiun Tugu
Stasiun kereta api utama dengan gaya kolonial terletak di utara Kepatihan, selatan Tugu.Stasiun Ini adalah stasiun yang sangat nyaman dengan jalur reguler ke Jakarta, Solo, Semarang, Surabaya dan kota-kota lainnya di Jawa.

Tugu
Sebuah monumen berdiri di perempatan Jl. Malioboro dan Jl. Sudirman. Ini memiliki arti simbolis untuk meditasi dan itu adalah salah satu dari garis magis Yogya, yang terdiri dari (selatan ke utara); Laut Selatan, Karaton Yogyakarta, Tugu dan Gunung Merapi.

Daerah Istimewa Yogyakarta terletak sekitar 7 derajat sebelah Selatan dari garis khatulistiwa dan bermandikan hujan tropis; sinar matahari sepanjang tahun. Memiliki iklim tropis suasana sehari-hari terasa sedikit panas dan lembab. Yogyakarta hanya ada dua musim sepanjang tahun, musim basah atau hujan dan musim kemarau. Biasanya musim hujan dimulai pada bulan September dan berlangsung sekitar Agustus.

Umumnya tidak ada curah hujan dari Mei-Agustus dan ada kedepan adalah suasana terasa panas dan lembab pada hari dan dingin di malam dan pagi. Hujan bulanan jatuh Yogyakarta bervariasi antara 3mm dan 496mm di mana curah hujan di atas 300mm berlangsung selama bulan Januari sampai dengan April. Curah hujan terberat biasanya terjadi pada bulan Februari sedangkan terendah biasanya terjadi antara bulan Mei dan Oktober setiap tahunnya rata-rata curah hujan sekitar 1,900mm.baca juga tempat wisata di yogyakarta


Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *